Resolusi 2016


Tahun 2010 saya ikut suami tinggal di Jombang, di Jombang banyak sekali home industry mulai dari makanan, souvenir, pakaian sampai bahan baku kerajinan. Pabrik disana tidak bergitu banyak jumlahnya di bandingkan kota lain, sehingga banyak UKM-UKM bermunculan dan pemerintah Jombang sangat mendukung dan menfasilitasi perkembangan UKM.

Teman saya di Jombang rata-rata seorang produsen, salah satunya membuat jilbab sulam pita. Awalnya saya membantu menjualkan produknya via sosial media dari 2010 sampai 2013, kirim produknya dari seluruh wilayah Indonesia sampai bisa eksport tiap minggu ke malaysia, thailand, singapura dan hongkong. Berbagai macam cara jualan via sosmed saya jajaki, berbagai macam strategi penjualan saya coba, berbagai macam karakter pembeli saya layani, berbagai macam komplain dan permasalahan jual-beli saya hadapi, istilahnya banyak melakukan try and error, karena waktu itu saya belajar berjualan dari mengamati online shop orang lain dan baca-baca artikel, karena belum banyak yang mengadakan seminar atau workshop bagaimana cara jualan via sosmed.

Alhamdulillah selama 3 tahun (2010-2013) saksi bisu berupa bukti foto pesanan yang masuk masih tersimpan rapi di album facebook dan dari menjualkan produk beberapa teman saya yang produksi sendiri, lama-lama saya merasa "sampai kapan saya menjualkan barang orang lain?", "Jika saya mampu mengeksport produk orang lain tiap minggu, alangkah bahagianya jika itu produk buatan tangan saya sendiri". Nah dari tahun 2013 saya rajin ke toko buku membeli buku craft, laba dari jualan produk teman saya belikan mencicil bahan baku (kain, renda, pita dll) dan alat (jarum, gunting, mesin jahit portabel dll).

Produk pertama saya adalah sepatu bayi flanel, saya belajar dari bukunya Ibu Fitri Gaity. Mulai dari menjahit yang kebalik polanya, mendedel berulang-ulang jahitannya, ketusuk jarum, kena panasnya lem tembak, seperti belajar naik sepeda jatuh bangun dicoba terus sampai semirip mungkin seperti di foto bukunya mbak fitri gaity. Kemudian dengan pedenya saya coba foto dan jual di sosmed saya yang sudah punya pelanggan jilbab sulam pita. Alhamdulillah tidak begitu susah mendapatkan pembeli, pesanan mulai masuk dan itu rasanya pengen loncat-loncat guling-guling karena sangking senangnya produk buatan saya ada yang "menghargai". Dari situ saya memanfaatkan moment, misalnya mendekati ramadhan, saya mencari buku cara membuat toples hias, saya buat toples dan kotak tisu yang dihias kain flanel dengan model yang lucu-lucu. Kemudia belajar menyulam, menjahit pakai mesin jahit, dan jenis kerajinan lainnya saya belajar dikit-dikit walau tidak mahir, yang akhirnya menjadikan saya seperti crafter musiman, efeknya saya tidak punya ciri khas :’( menyedihkan…

Di 11 Oktober 2014 Ketintang permai AD-4 Surabaya, rumah Ibu Ani Budijaya Takariani, saya berkenalan langsung dengan MSF. Bertemu dengan crafter-crafter hebat dan tanya apapun selalu dijawab (tidak pelit ilmu). Mulai ikut workshopnya walapun tidak rajin-rajin banget, tapi saya rajin baca status facebook MSF yang sangat memontivasi dan menyentil, rajin mengikuti perkembangan jadwal workshopnya. Hampir setahun bergabung dengan MSF, saya masih nyaman dengan zona crafter musiman, sampai saya membaca status facebook MSF bahwa saya termasuk dalam peserta inkubasi, rasanya antara senang (ternyata masih ada orang yang mau memperhatikan dan mau membantu saya berkembang di bidang craft), kaget (alasannya apa saya bisa terpilih?) dan malu (karena saya menganggap diri saya masih crafter hore-hore, newbi, musiman lagi hehehe).

Tahun 2014 saya pindah rumah tinggal di krian sidoarjo, alhamdulillah bisa lebih aktif lagi ikut beberapa workshop MSF. Sampai saat di spazio Surabaya, Ibu riri menyampaikan saran “mbak nurul tidak apa-apa belajar berbagai macam craft, tapi mbak nurul harus punya ciri khas, misalkan orang melihat atau memegang produknya mbak nurul, orang sudah bisa menebak oh ini produknya mbak nurul, atau orang sebut nama mbak nurul, orang langsung paham mbak nurul itu produk ciri khasnya apa” kurang lebih seperti itu. Saran mbak riri ini selalu saya ingat sampai sekarang. Akhirnya saya memutuskan fokus di sulam pita dan menjadikan ciri khas saya. Jika dulu saya menjualkan produk teman saya yang sulam pita berupa jilbab, mukena dan bros, sekarang saya ingin membuat selain itu.

Saya sangat senang bermimpi, dengan mimpi saya menantang diri saya sendiri. Seperti bulan November saya ingin membuat mukena dan baju muslimah untuk boneka Barbie dengan tidak meninggalkan ciri khas saya diberi sulam pita. Desember saya ingin membuat sepatu bayi sulam pita dan januari sampai ramadhan (memanfaatkan moment) saya ingin membuat toples dan tempat tisu sulam pita. Tiap bulan saya membuat target sendiri, dengan target saya tertantang untuk mampu mewujudkan, mulai belajar membuat pola, konsep, kombinasi warna, bagaimana membuatnya, packaging, sampai bagaimana stategi penjualan dan sasaran pembelinya. Jika laku itu saya anggap bonus, yang penting saya mampu mewujudkan mimpi saya dan mematahkan rasa malas ataupun takut gagal tidak bisa membuatnya.

Mimpi saya yang paling besar dari awal saya belajar membuat sepatu bayi dari bukunya ibu fitri gaity sampai sekarang, saya ingin sekali membuat buku craft, entah menunggu berapa tahun lagi itu bisa terwujud, karena saya belum tau alurnya ke penerbit dan jujur saya sangat malu bertanya ke teman-teman yang sudah menerbitkan buku (malu karena belum punya ciri khas), mimpi itu sulit berubah ataupun berganti mimpi yang lain. Saya sangat senang jika bisa berbagi, rasanya seperti menjadi bagian manusia yang bermanfaat untuk orang lain.

Mulai bulan November ini, setiap hari minggu saya mengundang siswa SD-SMA dan ibu-ibu rumah tangga belajar craft di rumah, Alhamdulillah 1 november 2015 saya mulai dengan belajar dengan materi yang cukup mudah yaitu membuat gantungan kunci bentuk donat, responnya melebihi harapan saya, mereka sangat antusia dan ingin bergabung serta mengajak teman-teman lainnya ikut di pertemuan minggu berikutnya. Kegiatan seperti ini saya terinspirasi dari MSF, belajar bersama dan merangkul siapapun yang ingin belajar craft. Terima kasih banyak MSF, kalian sungguh banyak memberikan perubahan besar dalam hidup saya, menjadikan pribadi yang lebih baik, lebih mandiri dan lebih berani menantang diri sendiri untuk mau berkoreksi diri serta berani keluar dari zona nyaman. Jujur saya menulis ini dengan mata berkaca-kaca, karena perhatian dan batuan kalian yang saya terima sangat melimpah. Love untuk teman-teman MSF <3

Maaf kepanjangan hihihi…

1 komentar: